JUMPA edisi pertama (foto sampul Darma Putra).

Jurnal JUMPA yang diterbitkan Prodi S-2 Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud sejak 2014 sudah menjadi salah satu media publikasi pilihan peneliti, dosen, dan mahasiswa pariwisata untuk mempublikasikan hasil risetnya. 

Dengan status akreditasi Sinta-3, dan di tengah terbatasnya jurnal selevel dan sebidang, JUMPA (Jurnal Master Pariwisata) semakin dicari. 

Kapankah JUMPA terbit pertama? Siapakah pendiri JUMPA? Apakah alasan awal penerbitan JUMPA. Apakah yang berubah dalam perjalanan JUMPA.

 JUMPA terbit pertama bulan Juli 2014. Pendiri atau founding father-nya adalah Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., dosen Fakultas Ilmu Bdaya Universitas Udayana ketika menjabat sebagai Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata. Saat itu, Darma Putra didampingi sekretaris prodi Dr. Syamsul Alam Paturusi, MSP.

 Darma Putra diangkat sebagai Kaprodi Februari/Maret 2014, selang empat bulan, JUMPA lahir. Mantan wartawan dan dosen yang produktif menulis itu tidak memerlukan waktu lama untuk melahiran JUMPA.

Kelahiran JUMPA terjadi karena dua hal berikut. Pertama, keharusan mahasiswa S-2 untuk mempublikasikan artikel yang diambil dari tesis sebagai syarat wisuda. Tanpa publikasi, tak bisa diwisuda. Ini ketentuan Dirjen Dikti.

 Kedua, Prodi Kajian Pariwisata saat itu tidak memiliki jurnal. Mahasiswa kesulitan untuk mencari jurnal yang bisa mempublikasikan karyanya agar dapat memenuhi syarat wisuda.

 Sebagai orang yang berpengalaman 25 tahun sebagai jurnalis dan berpengalaman mengelola jurnal, Prof. Darma merancang pembuatan JUMPA dengan cepat sebagai prioritas. 

“Syukur, dalam waktu empat bulan, JUMPA sudah bisa terbit,” ujar Darma Putra, dosen dengan artikel scopus lebih dari 25 judul.

Dengan hadirnya JUMPA, mahasiswa dan dosen bisa mempublikasikan artikelnya di sini. Kelancaran proses pendidikan S2 Kajian Pariwisata bisa dijaga karena mahasiswa bisa diberikan tanda publikasi lewat JUMPA.

Mahasiswa tidak perlu bingung mencari gerai publikasi jika tidak menemukan di luar kampus. JUMPA siap membantu.

JUMPA sebagai Adik Kandung “Jurnal Kajian Bali

Ketika merancang JUMPA, Darma Putra sebetulnya sudah dan sedang mengelola Jurnal Kajian Bali, yang dirancang dan diterbitkan perdana April 2011, jadi tiga tahun sebelum membidani JUMPA. Dengan demikian, JUMPA boleh dikatakan adik kandung dari Jurnal Kajian Bali, karena perintisnya sama, sama-sama Prof. Darma Putra.

Edisi perdana menunjukkan bahwa sebagai adik, JUMPA tiga tahun lebih muda daripada Jurnal Kajian Bali.

 Kedua jurnal ini masih berjalan dengan baik, di mana Jurnal Kajian Bali sejak awal sudah terakreditasi B atau Sinta 2 sampai sekarang. Malahan, mulai 9 Desember, Jurnal Kajian Bali sudah diterima untuk diindeks Scopus, sebagai jurnal pertama bidang humaniora di Unud dan di Bali yang lolos indeks Scopus.

Menurut Darma Putra, tahun 2021, dia juga membidani lahirnya jurnal ketiga, yaitu Stilistika: Journal of Indonesian Language and Literature, edisi pertama Oktober 2021, diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, tempatnya Prof. Darma ber-homebased sebelum ditugasi di S2 Pariwisata dan kemudian di S3 Kajian Budaya (mulai 2022).

 JUMPA terbit dua kali setahun, Januari dan Juli. Prof. Darma mengelola sampai edisi ke-7, dan sedikit untuk edisi ke-8, sebelum menyerahkan kepada Kaprodi baru, Dr. IGA Oka Suryawardani (kini sudah bergelar Profesor). 

Tiga jurnal bersaudara yang dirintis oleh Prof. Darma Putra.

Kisah di Balik JUMPA

JUMPA dan dua jurnal yang dibidani Prof. Darma memiliki kesamaan bentuk desain sampul (cover). Sampul didesain dengan: Nama jurnal di bagian atas, di tengah diisi foto atau lukisan, di bawah dicantumkan judul artikel pilihan, sesuai tema, walau kemudian tema ini menghilang.

Perbedaannya adalah, Jurnal Kajian Bali ilustrasi sampul ditetapkan menggunakan karya lukisan. Sampul JUMPA memakai foto, dan STILISTIKA menggunakan lukisan. Dari waktu ke waktu, seperti halnya majalah umum semisal TEMPO, foto ilustrasi sampul JUMPA pun berganti-ganti. Begitu juga Jurnal Kajian Bali dan STILISTIKA.

 Walaupun ilustrasi lukisan atau foto berganti, identitas sampul tetap sama, dengan komposisi, jenis huruf dan warna yang tetap khas. 

Namun, JUMPA belakangan tidak pernah mengganti sampul, memakai sampul foto barong (karya foto Darma Putra). Foto barong terpakai pada edisi ke-7, yaitu Juli 2017. Dengan alasan, agar identitas sampul tetap, tidak berubah. 

 Pada edisi pertama terbit, JUMPA menggunakan foto wisatawan sedang digoda monyet di Ubud Monkey Forest, foto ini karya Ary Bestari. Beberapa foto sampul berikutnya, seperti foto Komodo dan Bajra Sandhi, dan foto Barong (yang dipakai sampai sekarang), semuanya karya Darma Putra.

Beberapa sampul JUMPA dengan ilustrasi foto.

Dalam edisi perdana, JUMPA hadir dengan 10 artikel, demikian seterusnya. Awalnya di bagian akhir ada artikel resensi buku, selayaknya gaya jurnal internasional. Buku adalah simbol kemajuan pengetahuan, maka memuat resensi buku diusahakan oleh kami di JUMPA

Namun, karena sulit mencari penulis yang siap meresensi buku pariwisata, rubrik resensi buku dihilangkan. Lagi pula, dalam akreditasi tidak ada syarat ada rubrik resensi buku.

Dalam kehadiran awal dan perkembangan berikutnya, JUMPA sempat dirancang oleh Gde Aryantha Soethama (Penerbit/Percetakan O Prasasti), Slamat Trisila (Pustaka Larasan), dan kemudian ditangani oleh I Gusti Bagus Arya Yudiastina, staff Pusat Unggulan Pariwisata Unud, kini kuliah S2 Kajian Pariwisata.

Pembina Lembaga

Kemajuan JUMPA dan kakaknya Jurnal Kajian Bali serta jurnal lainnya di Unud awalnya banyak dobantu oleh Program Pascasarjana Unud ketika dipimpin Direktur Prof. Dr. A.A. Raka Sudewi. Asdir II Pascasarjana Prof. Made Budiarsa, M.A. semangat mengundang narasumber untuk membina jurnal-jurnal pascasarjana untuk memperlancar proses pemenuhan syarat wisuda. Sering dilaksanakan bimtek di gedung pascasarjana.

Belakangan, Unud membentuk unit Jurnal Udayana dan Publikasi Ilmiah (JUPI), yang melanjutkan pembinaan jurnal-jurnal di Unud, awalnya dikoordinir oleh Prof. Ir. Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, ST., MSc., PhD., belakangan dilanjutkan oleh Koordinator Unit JUPI Unud, Gusti Ayu Candra Dharmayanti, ST., MSc., PhD. Berbagai pembinaan dilaksanakan secara reguler untuk pengelola dna pengelolaan jurnal Unud. JUPI sukses meningkatkan jurnal-jurnal Unud naik peringkat akreditasi dari bawah ke level lebih tinggi, termasuk dorongan untuk Jurnal Kajian Bali sampai akhirnya diterima terindeks scopus.

“Kerja sama pengelola yang semangat seperti Jurnal Kajian Bali sangat membantu pencapaia target kinerja JUPI untuk lebih banyak internasionalisasi jurnal-jurnal Unud,” ujar Koordinator Unit JUPI Unud, Gusti Ayu Candra Dharmayanti, ST., MSc., PhD.

Maju Terus

Semoga JUMPA bisa maju terus, mempertahankan atau meningkatkan akreditasinya dari Sinta 2 ke Sinta 3, mengikuti capaian kakaknya Jurnal Kajian Bali. 

Sejak dilepas Prof. Darma, JUMPA dikelola oleh Gde Indra Bhaskara, Ph.D. (zaman Koprodi Dr. IGA Oka Suryawardani), dan kini oleh Dr. I Made Bayu Ariwangsa (Korprodinya Dr. Adikampana, M.T.). Prof. Agung Dani juga mengelola jurnal pariwisata E-Journal of Tourism, akreditasi Sinta-3, dibantu teknisnya oleh Arya Yudiastina.

Jurnal E-Journal of Tourism didirikan oleh duet Prof. Dr. K.G. Bendesa, M.A.D.E. dan Dr. AAP Agung Suryawan Wiranatha, masing-masing sebagai Kaprodi dan Sekretaris Prodi S3 Pariwisata Unud (sejak prodi berdiri tahun 2010). Jurnal ini pun menambah ruang publikasi bagi penelitia pariwisata, seperti JUMPA, juga menerima banyak peminat publikasi. Bedanya, artikel dalma junrla ini harus dalam bahasa Inggris.

Pengelolaan jurnal termasuk JUMPA tergantung dari Korprodi, artinya pergantian Korprodi identik dengan pergantian pengelola jurnal juga. Dalam peralihan pengelolanya, JUMPA sempat tidak terbit dalam dua edisi (setahun).  Syukur, kini sudah lancar kembali (dengan mengejar ketertinggalan) sehingga para mahasiswa, dosen, dan peneliti bisa dengan bangga memilih JUMPA sebagai tempat untuk publikasi.

Dalam front matter, nama founder tercantum.

“Semoga JUMPA sukses terbit selama dibutuhkan, senang rasanya melihat hasil rintisan bisa terus berjasa dalam dunia publikasi,” ujar Prof. Darma, pendiri alias founder JUMPA (*).