DENPASAR, KOMPAS.com–Pengamat pariwisata Bali Prof I Nyoman Darma Putra menilai foto-foto subak yang terdapat di situs ENESCO tidak representatif menggambarkan sistem pertanian tradisional khas Pulau Dewata itu.

“UNESCO sudah menetapkan subak sebagai WBD (warisan budaya dunia), namun sangat disayangkan foto-foto ilustrasi di situsnya sangat jauh dari standar fotografi,” kata guru besar Universitas Udayana (Unud) Denpasar itu, Selasa.

Menurut dia, enam foto subak di galeri foto situs UNESCO (http://whc.unesco.org/en/list/1194/gallery/) tidak mampu merepresentasikan keindahan dan keunikan subak di Pulau Dewata.

“Banyak yang heran mengapa UNESCO sebagai lembaga internasional tidak berusaha memasang foto dengan standar internasional,” kata penulis buku “Tourism Development and Terrorism in Bali” itu.

Dibandingkan foto-foto warisan budaya dunia di negara lainnya  yang diakui UNESCO, foto-foto subak di Pulau Dewata termasuk yang paling rendah kualitasnya.

“Foto-foto warisan budaya alam Pulau Komodo dan Candi Borobudur tergolong cukup indah dan representative,” ujar Darma Putra.

Lanskap dan sistem subak Bali diakui UNESCO sebagai WBD pada pertengahan 2012  dengan nama resmi “Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as  Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy”.

Darma Putra menambahkan bahwa selain untuk pelestarian,  penetapan sebuah warisan menjadi warisan budaya dunia adalah untuk meningkatkannya sebagai daya tarik wisata.

Namun karena foto-foto yang dipasang di situs resmi UNESCO kurang indah, tujuan itu kurang tercapai untuk warisan lanskap dan sistem subak Bali.

“Siapa pun yang melihat foto-foto subak Bali di web UNESCO tidak akan terpikat untuk melihat dan berkunjung,” ujar Darma Putra.

Oleh sebab itu Ia menyarankan agar foto-foto subak Bali di situs UNESCO bisa diganti dengan foto yang lebih berstandar internasional agar sawah-sawah yang indah dan ritual yang unik bisa tergambar di dalamnya.

“Indonesia atau Bali mempunya banyak fotografer dan mereka memiliki banyak koleksi foto sawah berundak yang indah yang bisa dijadikan ilustrasi web UNESCO sehingga lebih indah,” katanya.

Sumber : http://oase.kompas.com/read/2013/02/12/20443494/Foto.Subak.di.UNESCO.Tak.Representatif
ANT
Editor :

Jodhi Yudon