ISBN: 9786230931178 Info lanjut: https://www.proxymedia.id/darmaputra/

Buku ini menguraikan perkembangan penerbitan buku sastra Bali modern dalam satu dekade belakangan ini. Uraian mencakup kajian atas jumlah buku sastra yang terbit setiap tahun sejak tahun 2009 sampai karya-karya yang terbit merespon tragedi pandemi covid-19 tahun 2020 dan 2021.

Selain untuk menunjukkan eksistensi sastra Bali modern di antara sastra Indonesia dan sastra Bali tradisional, buku yang diterbitkan dalam skema penerimaan “Bali Jani Nugraha 2022” dari Gubernur Bali I Wayan Koster ini juga menunjukkan berbagai karakteristik buku sastra Bali modern yang terbit dari tahun ke tahun serta inisiatif yang ditempuh pemerintah untuk mengapresiasi dan memberikan rekognisi kepada keberadaan sastra Bali modern.

Secara historis bisa ditelusuri bahwa sastra Bali modern pertama muncul dalam bentuk cerita untuk bahan bacaan siswa sekolah dasar pada zaman kolonial tahun 1910-an.

Hingga dewasa ini, berarti usia sastra Bali modern sudah mencapai 100 tahun lebih, akan tetapi perkembangannya sangat lambat, bahkan sering dianggap sebagai sastra sayembara, dalam arti pengarang hanya menciptakan karya sastra jika ada sayembara.

Benarkah sastra Bali modern sebagai sastra sayembara? Mestikah buku sastra dipandang dengan prasangka sebatas sastra sayembara kalau ternyata isinya menarik, aktual, bermakna, dan disampaikan dengan gaya estetik?

Buku Stigma Sastra Sayembara ini termasuk karya langka, karena penelitian atas perkembangan sastra di Bali sangat jarang, termasuk untuk penelitian sastra Bali modern. Penelitian yang ada selama ini, kebanyakan berupa kajian untuk skripsi, tesis, dan disertasi yang melakukan kajian intrinsik atas isi karya sastra.

Dosen sastra Undiksha Singaraja, Dr. I Wayan Artika, dalam Facebook memberikan komentar yang jitu atas judul ini buku. Tulisnya: “Selalu tiada terduga diksi dan terminologinya.”

Lebih lanjut dosen yang juga cerpenis dan novelis itu menulis: “Sastra jarang dilihat dari aspek kerja penerbitannya, tak banyak yang tertarik atau tak ada yang dapat menjangkau perspektif tersebut. Seolah sastra hanya urusan pengarang dan dunia sunyi. Tapi sastra ada dalam relasi sayembara, penerbitan , promosi, toko buku, dll.”

Penelitian aspek eksternal karya sastra atau karya sastra sebagai produk hampir tidak ada. Oleh karena itu, buku ini bisa dikatakan yang pertama dalam kategorinya.

Dalam konteks sastra Bali modern, hanya ada satu buku tentang sastra Bali modern yang baik, yaitu Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2000/2007) karya penulis yang sama. Buku ini mengutamakan argumentasi yang mematahkan pendapat lama yang mengatakan sastra Bali modern lahir 1931, sedangkan buku ini mengklaim itu sudah ada sejak tahun 1910-an.

Buku yang baru ini merupakan kelanjutan dari buku Tonggak Baru Sastra Bali Modern, namun fokusnya adalah pada perkembangan penerbitan buku karya jumlahnya relatif sedikit.

Kelebihan intrinsik dari buku ini setidaknya ada dua. Pertama, buku ini menyajikan data terbitan buku, pengarang dari tahun ke tahun secara rinci, serta kecenderungan tematik karya sastra Bali modern sejak 2009 sampai dewasa ini 2021. 

Kemampuan buku ini menyajikan data rinci karena penulisnya adalah juri hadiah sastra Rancage untuk sastra Bali yang mampu mencatat dan mengkaji buku-buku yang terbit dengan cermat. Kedua, buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan logis sehingga enak dibaca.

Artinya, isi dan argumentasi buku bisa disimak pembaca dengan relatif mudah, dan akhirnya tidak saja memberikan pengetahuan baru kepada pembaca tetapi juga memberikan inspirasi untuk mendalami sastra Bali modern lebih jauh.

Buku ini tidak saja penting bagi peminat sastra Bali modern, tetapi juga bagi peneliti yang hendak mendalami kebudayaan Bali, karena dalam buku sastra Bali modern banyak tertuang berbagai aspek kebudayaan Bali. 

Untuk pemesan, silakan klik link berikut: https://www.proxymedia.id/darmaputra/